Finansial

Saham Kasino di Korea Selatan Tertekan Oleh Faktor Eksternal

Saham Kasino di Korea Selatan Tertekan Oleh Faktor Eksternal

Saham Kasino Korea Selatan Mengalami Tekanan Berat. Dalam beberapa minggu terakhir, industri saham kasino di Korea Selatan menunjukkan penurunan tajam. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor ekonomi dan regulasi yang saling terkait. Di antara faktor utama yang berperan adalah pengendalian modal yang diperketat oleh pemerintah China, fluktuasi nilai won Korea, serta kemungkinan adanya penyesuaian pada kebijakan pajak untuk Dana Promosi dan Pengembangan Pariwisata. Operator kasino yang tercatat di bursa seperti Paradise Co, Kangwon Land, Grand Korea Leisure, dan Lotte Tour Development merasakan dampak dari situasi ini.

Kinerja Saham Paradise Co dan Kangwon Land Menurun

Menurut laporan Yonhap News Agency, nilai saham Paradise Co telah terpangkas sebesar 55% dari posisi tertingginya tahun ini. Selain itu, Kangwon Land juga mengalami penurunan sebesar 27%. Grand Korea Leisure mencatat rekor terendah baru dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, sementara Lotte Tour Development, pengelola Jeju Dream Tower, ikut terpuruk ke posisi terendah yang baru.

Penurunan Musiman Memperburuk Kondisi

Penurunan kinerja saham kasino di Korea Selatan ini diperparah dengan telah berakhirnya puncak musim wisata pada bulan Agustus. Berdasarkan informasi dari Daol Investment & Securities, sejumlah operator seperti Lotte Tour Development, Paradise, dan GKL mengalami penurunan jumlah penjualan chip pada bulan September dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah ini merujuk pada volume total chip yang dibeli oleh pengunjung kasino. Daol Investment & Securities juga memproyeksikan bahwa pasar memasuki periode off-season, yang dapat semakin menekan pertumbuhan dan harga saham lebih lanjut.

Dampak Kebijakan China Terhadap Pelanggan VIP

Analisis Yuanta Securities menunjukkan bahwa pendapatan kasino di Macau pada bulan September mencapai MOP$18,1 miliar, turun 1,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Tren penurunan ini terjadi meskipun ada peningkatan di bulan-bulan sebelumnya termasuk selama Piala Dunia. Analis Lee Hwan-wook mengaitkan penurunan ini dengan pengendalian modal yang lebih ketat yang dilakukan oleh China. Pada bulan Juli, otoritas China mulai menerapkan aturan perpajakan dan pelaporan yang lebih ketat terhadap investasi asing. Hal ini berpotensi memengaruhi selera taruhan pelanggan VIP dari China yang merupakan segmen penting bagi kasino di kawasan ini.

Implikasi Potensial dari Perubahan Pajak

Selain kebijakan ketat dari China, penguatan nilai tukar won Korea memunculkan tantangan baru bagi operator kasino. Ketika nilai won meningkat, daya beli pengunjung asing menurun, sehingga membuat kunjungan ke kasino menjadi kurang menarik. Perubahan dalam kebijakan perpajakan, khususnya mengenai Dana Promosi dan Pengembangan Pariwisata, menimbulkan ketidakpastian bagi para investor. Jika ada peningkatan pajak atau perubahan struktural lainnya, dampak negatifnya terhadap performa kasino di Korea bisa semakin parah. Di tengah tantangan ini, operator kasino perlu berinovasi untuk menarik lebih banyak pengunjung lokal maupun internasional. Langkah-langkah promosi, diversifikasi layanan, serta penyesuaian strategi pemasaran menjadi penting agar pendapatan tetap stabil dan tetap menarik bagi kalangan investor.